Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2018

Suhu Gi di Mars - 1

yang menanggung rindu dan tak mau pulang Sekadar rindu Sekiranya tak pernah habis rindu, perasaan-perasaan yang terlanjur menggelepar; apakah itu sisa atau yang baru mekar. Adakah kau mau merelakan matamu, untuk tinggal sejenak, meneduhkanku? Seperti itu kau membuat pembicaraan dengan dirimu sendiri. Penggalan yang kau kira aku tak mendengarnya. Maka, anggap saja seperti itu. Aku tak mendengarnya. Tapi aku memahaminya. ... Dingin itu kamu Kau adalah orang yang dingin. Sangat dingin untuk sekadar bertanya siapa aku. Kau, bahkan membuat gagasan-gagasan naif tentang orang-orang sepertiku. Bahwa aku, akan membuatmu tenggelam. Seperti air bah yang menghanyutkan balok-balok kayu. Terjungkal diantara bebatuan. Namun masih melanjutkan perjalanan. Meski, sakit luar biasa. Batangnya tetap rebah untuk bermain-main di riak itu. Yang katamu, air bah! Seharusnya seperti ini kau menjelaskan bagaimana air bah membawa balok-balok kayu –Hanyut! Bukan tenggelam. Sebab kamu, b...