Aku adalah apa-apa yang ka u lihat saat pertama kali datang di sebuah negeri asing. Sebagai orang yang masing-masing asing. Menjadi pertama dan kedua dalam huni. Sebagai kakak, kau awalnya memanggilku. Hal yang selanjutnya membuatku butuh waktu begitu panjang -juga sakit yang begitu kembang, untuk menyadari bahwa aku mencintaimu. Doja! ... Itu adalah sebuah masa, dimana kita sama-sama masih remaja. Melewati masa yang benar-benar sulit, yang cukup ingusan untuk sekadar membahas cinta. Seperti saat pertama kali kau datang, gelap dan kurus, untungnya bukan gelandangan. Dengan tas punggung yang besar, menenggelamkan kepalamu. Saat itu, aku tidak yakin bahwa kau akan baik dalam segala hal, seperti kata orang-orang. Orang-orang yang membuatku menunggu kakimu bergerak, melunaskan hutang penasaranku padamu. Benar. Kau punya kaki panjang yang kuat menghentak. Tegas. Saat itu, aku sadar, aku tidak akan baik-baik saja. ... Ada debar yang tidak wajar, kemudian menjadi keharusan yang muncu...