Sepi, kalam mengembun Terlalu pagi. Adakah sisa yang masih berderak? Di bawah langit tak berbulan? Semalam Kuncup memendar resah Meninggalkan perih di liang tuju Seketika raup menebar Hilang Sajak tak tumbuh di dekat pagar. Ini kali, Kata mengandung riba Ada anak beranak Menyemai rindu di tepi belukar. Apa ada yang mengerti? Jika indah adalah terka yang dalam Maka kujamu semesta dengan payau majas Apakah puas? Menimba saran tak selalu dengan pena Tinta bisa saja durhaka Pada empu yang kabur Kukira ini tak pernah bemakna Sebab mantra tak dirapal Juga diduga. Tutup saja kuburmu, Dengan jarimu sendiri. Aku ingin berselimut sepi, Di malam tak berbintang Yang menebar abu-abu terlalu dini. Itu indah? Aku tak peduli.