Sepi, kalam mengembun
Terlalu pagi.
Adakah sisa yang masih berderak?
Di bawah langit tak berbulan?
Semalam
Kuncup memendar resah
Meninggalkan perih di liang tuju
Seketika raup menebar
Hilang
Sajak tak tumbuh di dekat pagar.
Ini kali,
Kata mengandung riba
Ada anak beranak
Menyemai rindu di tepi belukar.
Apa ada yang mengerti?
Jika indah adalah terka yang dalam
Maka kujamu semesta dengan payau majas
Apakah puas?
Menimba saran tak selalu dengan pena
Tinta bisa saja durhaka
Pada empu yang kabur
Kukira ini tak pernah bemakna
Sebab mantra tak dirapal
Juga diduga.
Tutup saja kuburmu,
Dengan jarimu sendiri.
Aku ingin berselimut sepi,
Di malam tak berbintang
Yang menebar abu-abu terlalu dini.
Itu indah?
Aku tak peduli.
Terlalu pagi.
Adakah sisa yang masih berderak?
Di bawah langit tak berbulan?
Semalam
Kuncup memendar resah
Meninggalkan perih di liang tuju
Seketika raup menebar
Hilang
Sajak tak tumbuh di dekat pagar.
Ini kali,
Kata mengandung riba
Ada anak beranak
Menyemai rindu di tepi belukar.
Apa ada yang mengerti?
Jika indah adalah terka yang dalam
Maka kujamu semesta dengan payau majas
Apakah puas?
Menimba saran tak selalu dengan pena
Tinta bisa saja durhaka
Pada empu yang kabur
Kukira ini tak pernah bemakna
Sebab mantra tak dirapal
Juga diduga.
Tutup saja kuburmu,
Dengan jarimu sendiri.
Aku ingin berselimut sepi,
Di malam tak berbintang
Yang menebar abu-abu terlalu dini.
Itu indah?
Aku tak peduli.
Komentar
Posting Komentar