 |
| ASRAMA PUTRI PPG UM |
Sebelas bulan tidak terasa, tiba-tiba sudah harus pulang saja. Rasanya baru kemarin tiba di tempat ini, melakukan
check in di
lobby, berbicara dengan ibu satpam, menerima kunci kamar, mendapat bonus gayung dan peralatan makan. Baru kemarin pula rasanya, tangan ini membuka pintu kamar, melihat kamar baru yang akan kami tinggali, lengkap dengan perabotannya yang berbahan kayu jati -kasur, lemari, meja belajar dan kursi. Baru semalam rasanya, memasukan baju dan menatanya ke dalam lemari, menyusun beberapa buku di atas meja, membuka selimut baru yang disedikan pihak LP3, dan bertukar beberapa sprei dengan tetangga kamar. Baru semalam, iya, rasanya baru semalam perkenalan itu dimulai, tapi hari ini sudah harus pulang. Waktu memang begitu cepat berlalu, dan purnama kesebelas mengantarkan kami pada perpisahan yang cukup mengharukan. Tapi, semoga rasa kekeluargaan kami tidak akan pernah luntur.
Sebelum pulang, sebelum sibuk dengan segala aktivitas baru, sebelum muncul wajah-wajah baru di hadapan kita, sebelum mengunjungi tempat yang baru, apa salahnya kita menoleh ke belakang sejenak. Mengingat beberapa ruangan ini. Tempat dimana kita pernah bertemu dan akhirnya mengucapkan selamat tinggal. Tempat dimana akan digantikan oleh penghuni yanga baru. Sembari mengingat untuk kita, sembari mengenalkan pada mereka yang akan tinggal. Apa salahnya.
 |
| Pintu Utama Asrama |
Pintu ini memang tidak mewah, begitu juga bangunan di dalamnya. Sederhana. Tapi lewat pintu ini kita masuk, dan lewat pintu ini juga kita keluar. Berapa banyak tawa yang telah kita habiskan di tempat ini? tawa menunggu teman-teman lain untuk berangkat SSP? untuk ikut kegiatan keagamaan? untuk berangkat senam? atau saat kit bersemangat berangkat wisata budaya? Ah, pintu ini yang menerima kita, tapi akhirnya pintu ini juga yang mengantar kita kembali. Semoga saja, ada kesempatan untuk menengok pintu ini lagi.
 |
| Lobby & Pos Jaga Satpam |
Kadang, tempat ini menjadi angker. Kadang juga menjadi tempat yang sangat menyenangkan. Tergantung bu satpam. Kalau tanggal tua, hati-hati. Bu satpam mudah sensi. Tapi, tanpa bu satpam, rasanya sie keamanan malah sibuk. Menjadi pemeran pengganti di belakang layar. Sambil
streamingan nonton korea, atau bisa juga bergosip. Semua tergantung suasana hati.
 |
| Lorong Lantai 1 Sayap Kiri (RT 1) |
Sebut saja lorong ini sebagai apartemen. Warganya eksklusif, jarang bikin onar. Selalu tenang dan terkendali. Apalagi, kordinator sie keamanan juga bersarang di tempat ini. Jadi maklum lah, kalau akhirnya lorong ini jadi lorong paling kondusif di seluruh asrama.
 |
| Lorong Lantai 1 Sayap Kanan (RT 2&3) |
Banyak sekali julukan untuk lorong ini, penghuninya di dominasi jurusan Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Ekonomi. Lorong ini dapat berubah nama sesuai kondisi. Kadang disebut Beverly Hills, kadang juga di sebut kampung gosip. Penghuninya (terutama warga RT 2), hobi sekali ngepos sana sini. Mau ke kamar mandi, nge pos dulu di kamar sebelah. Karena terlalu lama nge pos, kadang juga tidak jadi ke kamar mandi. Lorong ini juga terkenal dengan pertunjukan barongsainya. Selain itu, khusus RT 2, biasa di sebut RT kutukan. Kenapa? karena di RT ini ada lurah yang sombong. Tidak hanya lurah, tempat ini juga merupakan kediaman Ibu Bupati dan ajudannya. Ada menteri agama. Ada juga mantan menteri keuangan. Lorong ini benar-benar lorong kaya cerita. Lebih tepatnya, lorong yang tidak pernah sepi dari kegaduhan. Kalian pasti akan merindukan lorong ini. Dengan dua orang paling banyak hatersnya. Sebut saja penghuni kamar 105 dan 108. Tidak perlu sebut nama.
 |
| Lantai 2 Sayap Kiri (RT ?) |
 |
| lantai 2 Sayap Kanan (RT ?) |
Bagaiamana kalau lorong ini kita sebut lorong sengketa? ya, sebaiknya lorong sengketa. Lorong ini merupakan lorong dari RT 4, RT 5, dan RT 6. Tapi sayangnya, daerah teritorial masing-masing RT belum jelas. Masih sulit dipahami tentang wilayah kekuasaan masing-masing RT. Tidak ada patok batas yang jelas mengenai wilayah perbatasan masing-masing RT. Untung saja, belum pernah ada perang RT di lorong ini demi sebuah kekuasaan. Padahal, lorong ini dikuasai Jurusan Matematika, Fisika, dan PPKn. Harusnya sudah ada kejelasan tentang wilayah kekuasaan secara De Yure dan De Vacto (maaf ya kalo tulisannya salah). Oh iya, karena lorong ini daerah kekuasaan Jurusan Eksak, jadi jangan sekali-sekali membuat onar di hari-hari tertentu, terutama Senin, Selasa Rabu. Menjelang SSP, teman-teman jurusan Matematikan bahkan tidak bisa di "demek", kalau tidak ingin di semprot gas air mata. Jadi berhati-hatilah. Terakhir, Semoga sengketa lorong ini tidak terulang di tahun selanjutnya.
 |
| Ruang TV lantai 2 dan Balkon |
Tidak pernah ada masalah dengan ruang TV, paling cuma remotenya mati. Beberapa orang memanfaatkan tempat ini untuk bersantai, nonton India "Uttaran" (mungkin), kalau tidak begitu nonton bola dan
moto gp. Yang menjadi problem adalah balkon di balik jendela. Tempat itu menjadi tempat larangan. Senpat suatu hari, terjadi penggusuran oleh pihak satpol pp karena beberapa orang menjemur pakaian di balkon tersebut. (termasuk yang nulis). Oleh karena itu, sejak waktu yang telah di tentukan (lupa tanggal berapa), balkon tersebut di tutup untuk umum. Entah sampai kapan. Yang jelas, semoga lurah selanjutnya dapat berbaik hati untuk mengajukan banding terkait lahan jemuran tersebut. Siapa tahu bisa di buka lagi, lumayan bair jemuran cepat kering.
 |
| Lantai 2 (RT 7) |
|
Sebeneranya tidak enak untuk mengatakannya, tapi nyatanya memang begitu. Lorong ini berada di pojok, dan teman-teman menyebutnya daerah 3T. Selain tempatnya yang tidak terjaman signal wifi asrama, posisi RT ini juga terpisah lahan jemuran milik warga. Sehingga, untuk tiba di lorong ini, penghuni harus menyebrangi samudera nan luas (alay). RT ini hanya di huni tak lebih dari sepuluh orang. Mereka adalah penghuni bermental baja yang siap dengan segala tantanga. Termasuk tantang uji nyali di waktu malam. Maklum, RT ini benar-benar beda dengan yang lain. Jadi, untuk kalian yang tidak bernyali, banyak berdoa agar tidak di tempatkan di RT ini. Innallaha ma'asshobirin. (peace)
 |
| Tempat Jemuran RT 7 |
Tempat ini menjadi tempat favorit mencuci baju. Harus bangun pagi sekali untuk bisa mendapat tempat menjemur di lahan ini. Maklum, jika siang sedikit, kuota sudah penuh. Kenapa menjadi favorit? jawabannya sederhana. Area ini adalah area jemuran satu-satunya yang dapat menerima cahaya matahari secara langsung. Apalagi setelah lahan balkon di tutup, area ini semakin banyak peminat. Semoga beruntung.
 |
| Lorong Menuju RT 7 |
|
|
|
Ya ini lah lorong pemisah yang memisahkan daratan utama asrama putri dengan daerah 3T alias RT 7. Di samping kanan kirinya adalah lahan jemuran yang sudah dilengkapi dengan kanopi transparan.
 |
| Tempat Jemuran Utama |
Ya memang begini keadaannya. Tempat jemuran di asrama sangat sederhana. Berisi kawat gantungan yang di tali dari ujung ke ujung. Bahkan tongkat pramuka juga di modifikasi untuk dijadikan tempat menggantung jemuran. Di tempat jemuran ini, terdapat kanopi transparan di bagian atasnya. Sehingga, jika hujan turun tiba-tiba, penghuni asrama tidak perlu khawatir dengan jemurannya. Tapi, kabar buruknya, beberapa bagian kanopi sudah mulai bolong-bolong. Maklum, kucing suka beraksi sesuka hatinya.
 |
| Kamar Mandi RT 2 dan RT 3 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Kamar mandi satu-satunya yang jarang mengalami kekeringan. Kamar mandi RT2 dan RT3. Maklum, sudah ada menteri agama yang selalu memberi jampi-jampi agar kran kamar mandi tetap mengalirkan meski kamar mandi RT lain macet. Ya begitu kenyatannya. Selama satu tahun, hampir empat kali air PDAM mati, dan untunglah kamar mandi ini dapat bertahan dengan airnya yang "krici-kricik" meski cuma sedikit.
Oh iya. Setiap RT memiliki kamar mandi masing-masing. Sudah lengkap dengan tempat mencuci baju yang luas. Tempat mandi dan WC di pisah. Biasanya Bak mandi berada di sisi kiri tempat mencuci baju, sedangkan WC berada di sisi kanannya. Ah, siapa yang mau lomba nyuci? ayo teman-teman. Ini hari Minggu.
 |
| Ruang Soka |
Satu-satunya ruang serba guna yang ada di asrama. Banyak sekali kegiatan dilakukan di ruang ini. Sholat magrib berjamaah di malam Jumat, sholat tarawih, tadarus Al-Quran, belajar bersama, seleksi pensi, pendalaman materi bersama teman-teman, rapat, dan banyak sekali kenangan lainnya di tempat ini. Tempat ini pasti punya arti masing-masing di hati penghuni asrama.
 |
| Ruang makan & Parkir motor |
Awalnya tempat ini adalah ruang makan, tapi karena membeludaknya motor pribadi penghuni asrama, akhirnya tempat ini di duafungsikan menjadi tempat makan sekaligus tempat parkir. Satu tahun di asrama, pasti hafal dengan nama kunci untuk tiap pintu. Sedikit bocoran saja, pintu ruang makan ada dua. Dan pintu utama di gembok atas bawah. Kira-kira, untuk pintu utama nama kuncinya solid apa yale ya? hanya penghuni asrama yang tahu.
Ah, sekiranya itu saja yang bisa diingat tentang WISMA UM, tempat yang sangat strategis. Dekat dengan Matos. Tapi begit sulit di cari jalan masuk dan keluarnya. Hampir semua tukang pos butuh nyasar untuk tiba di tempat ini. Begitu juga sopir travel. Akhirnya semua menyerah dengan menunggu di depan gerbang Graca. Nyatanya, sesulit apapun tempat ini ditemukan, kita telah tinggal selama sebelas bulan. Menikmati kasurnya. Menikmati kamar mandinya. Menikmati makanan kateringnya. dan segala tetek bengek tentang asrama. Ah, satu tahun benar-benar sangat sebentar. Tempat ini harus benar-benar di tinggalnya. Selama tinggal Asrama. Semoga ada waktu dan kesempatan untuk kembali. Bahkan sebelum pergi. Saya sudah rindu.
Catatan Terakhir di WISMA UM
22 Januari 2016, 13:39 WIB
Wah,tpi sayang gak tahu melbu jadi gak ero liku2 n seluk beluk e.hahaha
BalasHapus