Sedikit saja,
Apakah kau tidak pernah merasa?
Bahwa di tengah jarak yang sempurna memisah kita
Aku adalah hati yang merindukanmu
Menerbangkan harap di tepi malam
Agar mampu mendaki kabul
-seberkas wajahmu-
Bukan fana.
Sejenak saja,
Apakah kau tidak pernah merasa?
Bahwa di senyapnya sapa antara kita
Aku adalah mata yang tak henti mencari kamu
Di redup layar
Di nyala dinding penebar maya
Menautkan harap pada sunyi tanda
Agar sampai di ujung rabamu
-bekunya nurani-
Bukan nisakala.
Ah,
Biar sedetik saja,
Tidakkah kau pernah merasakannya?
Rindu yang berdetak riuh di dadaku
Tanda yang berseru bising di hadapmu
Dan segala kemustahilan yang kau kira bukan untukmu
Adalah sebuah persembahan
Dari hamba sahaya yang memikul cinta
Untukmu.
Sebentar saja,
Apakah kau tidak merasakannya?
Ini
Itu
Segala yang kutulis
Selalu tersemat ciri tentang kamu.
Mata berbingkai rindu, milikku.
Mata berbingkai kaca, milikmu.
Belum mengerti juga?
Tidak apa apa.
Mungkin hari ini kita belum berjodoh.
Esok, siapa mampu menduga.
Selamat pagi,
Untuk kamu
Yang sempat meraba keabu-abuan rindu
Semalam.
Apa kau sudah merasakannya?
Apakah kau tidak pernah merasa?
Bahwa di tengah jarak yang sempurna memisah kita
Aku adalah hati yang merindukanmu
Menerbangkan harap di tepi malam
Agar mampu mendaki kabul
-seberkas wajahmu-
Bukan fana.
Sejenak saja,
Apakah kau tidak pernah merasa?
Bahwa di senyapnya sapa antara kita
Aku adalah mata yang tak henti mencari kamu
Di redup layar
Di nyala dinding penebar maya
Menautkan harap pada sunyi tanda
Agar sampai di ujung rabamu
-bekunya nurani-
Bukan nisakala.
Ah,
Biar sedetik saja,
Tidakkah kau pernah merasakannya?
Rindu yang berdetak riuh di dadaku
Tanda yang berseru bising di hadapmu
Dan segala kemustahilan yang kau kira bukan untukmu
Adalah sebuah persembahan
Dari hamba sahaya yang memikul cinta
Untukmu.
Sebentar saja,
Apakah kau tidak merasakannya?
Ini
Itu
Segala yang kutulis
Selalu tersemat ciri tentang kamu.
Mata berbingkai rindu, milikku.
Mata berbingkai kaca, milikmu.
Belum mengerti juga?
Tidak apa apa.
Mungkin hari ini kita belum berjodoh.
Esok, siapa mampu menduga.
Selamat pagi,
Untuk kamu
Yang sempat meraba keabu-abuan rindu
Semalam.
Apa kau sudah merasakannya?
Komentar
Posting Komentar