Ialah kamu, mata
terbingkai kaca.
Tidak retak
Meyulam suci pada
pendar tatap,
sebab pandang sama
meluruh
Jatuh mengecup bumi.
Antara kamu, dan dosa
sebab hadirnya cinta
Selat membelah, memisah
hati dari tuannya.
Antara kamu, dan sentuh
yang menemu fana
Aku meneguk surga
-dalam hening selasar
surau
-parau doa merusuh
langit
Tuhan membuka pintu
Dan kabul menerima
pinta.
Ialah kamu, sebait
sajak kurangkai mesra
diujung-ujung tinta
dilembar-lembar putih
mengalpa warna
Ialah kamu, yang
kupunya abadi tanpa menuntut raga.
#minatsastra1
#dulce_et_utile
Komentar
Posting Komentar