Racun baginya seperti obat, ramu yang mampu membuatnya jaga, dan kembali menuang luka lewat tangannya yang cacat. katanya, orang-orang bisa berubah, tapi tidak dengan masa lalu. membuangnya atau mengambilnya kembali adalah sebuah pilihan, akan menjadi bijak atau picik. kukira dia sudah terlalu sibuk dengan berita-berita masyhur yang muncul di radarnya, tentang seseorang yang belum jadi orang, tapi pagi ini telah memberi kabar, 'aku telah sebesar buah apel'. sejenak membuat ia tersenyum, melupakan air mata yang semalaman badai, dan darah yang pagi tadi masih segar, setelah ia ditusuk prasangka. Agaknya aku terlalu tanggung memilih narasi, membuat maknanya jadi dangkal. Ada di permukaan. Selebihnya, asal ia tak tau dan tidak peduli, aku masih merasa aman. Di bawah jamur yang payung, memekar teduh yang berdikari. Rasanya menakjubkan punya ruang untuk mengambil tempat duduk sebagai orang yang menceritakannya, membicarakannya. sebesar buah apel yang ditungguinya, sejak pertama ...