Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2019

Kepada Kita

Segalanya hanya tentang maya yang terlampau nyawa untuk menafkahi kita. Iya kita. Aku tak mengatakan itu kamu, atau aku. Sebab nyatanya kita telah sama terluka dan menang -karena kita diam. Dari celahmu, kau melihat aku seperti hati yang hidup, bahagia, menyentuh musim dengan segalanya beraroma semi. Sedang di balik itu, di balik bayangan yang kau bahkan tak pernah melihat, ada lengang ; luka abadi. Jatuh sebagai air mata di sebuah malam yang kau untuk kesekian kalinya menyapa, seperti balita. Kau ; aku bahkan tidak tahu seperti apa wujudmu. Bahkan untuk sekadar tau bagaimana aroma tubuhmu, aku tak pernah membayangkan. Yang aku tau, aku seperti melihat aku dalam dirimu. Membawa luka kemana mana. Darah yang merah -metafisik. Hanya aku, dan seutas Indra bukan lima dapat melihatnya. Sebab aku dan kau sama, hanya saja tak mau mengakuinya. Apakah itu kau atau bukan, sekadar takdir atau malah akhir dari segalanya, aku hanya ingin melihat kau satu kali saja. Satu kali lagi. Satu kali unt...

Fake ; Doja

Aku sedang menggadaikan duniaku, pada sandiwara yang musykil. Taruh yang terlampau murah untuk sebuah hati yang selamanya tidak akan pernah jatuh cinta -lagi. . Kehilangan; darah yang merah kental mengalir di sepanjang apa-apa tak pernah dilihat namun mengeras. Berkabung setelah sumpah serapah tak pernah menyerah menyerang sesuatu yang sesungguhnya telah luluh lantah. . Apa yang bisa dikembalikan, setelah lari terlanjur jauh? Menata pada apa apa yang dianggap abadi, namun tak lebih dari surga yang semu. . Mata yang tak pernah tau, apa arti dari berpura-pura tersenyum, sedang hati terus menjerit untuk memekikkan nama -nya, Selamanya tidak akan pernah mengerti tentang sejak kapan aku mengenal rollei dan kenapa! Barangkali itu hanya sebuah diksi yang acak lalu melahirkan senyum kucing dan anjing, tapi lebih dari itu, ada gagasan yang tinggi tentang kemerdekaan yang mati. . Ada orang yang hanya tau cara menghitung kebahagiannya sendiri, tanpa tau ada hati yang pucat me...