Saya sudah lama sekali tidak membaca buku, hampir satu bulan. rindu. eh kok, seperti kasmaran. skip: jadi memang tidak membaca itu membuat saya rindu. semacam rindu terombang-ambing dalam alur cerita yang berombak, tokoh-tokoh yang dingin, dan cinta yang tak sampai.
eh, ngomong-ngomong tentang cinta tak sampai, seminggu ini saya sedang kecanduan sekali dengan salah satu lagu dari musisi ternama Indonesia: ya saya masih mengakui beliau musisi ternama, meskipun kadang beberapa skandalnya bikin tepok jidat, siapa? Ahmad Dhani. Ya, jadi saya sedang suka sekali dengan salah satu lagunya yang di aransemen ulang, dinyanyikan oleh penyanyi perempuan berhijab, Hanin Dhiya. Mohon ijin komentar : meskipun saya tidak suka-suka amat sama suaranya mbak ini, tapi tetap saja saya jatuh cinta dengan lagunya, apa? Roman Picisan. Sejak pertama kali lagu ini rilis, sampe dinyanyikan mahadewi, dan sekarang di aransemen lagi dengan versi lain, saya tetap suka. Sama lagu saja saya setia, apalagi sama orang. eh belum tentu. canda setia.
Malam-malamku bagai
Malam seribu bintang
Yang terbentang di angkasa
Bila ... (tidak saya lanjutkan, khawatir salah paham)
Kira-kira reff nya begitu, berulang-ulang saya putar, saya dengarkan, dan itu membuat saya mengembara, bahkan pengembaraan itu jauh ke dalam hutan-hutan Haruki Murakami, tanpa perlu saya membaca buku : lamis. Tapi, saya perlu mengapresiasi lagu ini : kedalaman maknanya, membuat saya merasa berlayar, merasa membaca sebuah novel, membuat saya merenung, membuat hati saya berbunga, membuat saya memotret beberapa sudut stasiun, lampu-lampu malam, dan pohon-pohon perdu di malam gelap. Lagu ini lantas seperti menemukan jodohnya, menyelimuti foto-foto itu dengan reff nya yang dalam sekali, sedalam sungai, sungai cinta, sungai rindu, sungai angkasa, sungai-sungai yang dilewati air mata. Kira-kira begitu.
'tuk sekedar menemani
'tuk melintasi wangi
yang slalu tersaji
di satu sisi hati
saya tidak bilang itu puitis, tapi benar-benar magis bukan? apalagi ketukan musiknya yang hemm sekali, dan getaran violinnya, itu seperti angin selepas hujan yang begitu teduh, seperti mata saya : haha padahal saya jenaka lho. Tidak-tidak, saya sedang serius. Saya sedang bicara tentang sebuah lagu, sebuah cerita, sebuah alur, sebuah hati, sebuah arti, dan ketulusan. Nah, saya jadi berpikir, bagaimana jika The Architecture Of Love nya Ika Natassa di film-kan dan soundtracknya adalah lagu ini. Wah, ide saya memang ruar biasa kan. Wkwkwkwkw
Saya membayangkan sebuah adegan dimana Raia yang kesepian bertemu dengan River di depan apartemennya. Salju turun, di hati mereka ada cinta yang mekar, tapi mulut mereka tak mengatakan apapun, lalu River pergi. Ya pergi, pergi begitu saja, saking takutnya menyakiti Raia, River memilih pergi. Dasar laki-laki penakut core i5 memang si River ini. Hahahahah. Eh, tapi seriusan, saya benar-benar membayangkan adegan itu diiringi lagu itu, pasti masuk sekali. Ini pendapat saya lho ya, tapi saya tidak subjektif lho, cuma terlalu mengedepankan perasaan saja. Lah yaaa.! wkwkwwkwk.
Saya rasa, adegan itu memang ikonik sekali, selain kaus kaki hijau tuanya River. Hanya karena novel ini, saya jadi keliling Malang Raya mencari kaos kaki hijau tua yang mirip dengan deskripsi novel. Sinting memang. Tapi saking ikoniknya lho ya, begitu melekat. Dan saya rasa, Ika Natassa tidak akan mungkin bisa menjual novelnya kalau tidak ada kaos kaki hijau tuanya River. Siap, puas!
Intv:
Sudah pukul 1:14, dan ini adalah 30 Desember 2021. Satu hari lagi, dan saya akan mengucapkan selamat tinggal untuk 2021 yang penuh sandiwara.
Kira-kira hari ini adalah hari kemerdekaan untuk saya. Saya cukup berani untuk mengungkapkan apa yang selama ini saya tutup-tutupi, dan itu melegakan saya. Apa memang yang saya tutupi? lagu roman picisan, jelasn bukan.
Saya memutar kembali ingatan saya pada November dan Desember yang begitu mengesankan untuk saya. Rasa-rasanya dua bulan ini saya tidak punya waktu yang terbuang sia-sia, setiap hari penuh keribetan, penuh tekanan, penuh roasting-an, penuh hal-hal yang bisa saya tertawakan, penuh cinta sih, ya kan? Ya, karena saya berusaha memberikan cinta saya pada semua hal yang saya kerjakan, sok suit sekali jadi manusia, padahal cuma lamis. Dan rasa-rasanya tulisan unfaedah ini begitu penting untuk menutup tahun 2021 saya, penting sekali untuk menjelaskan pada dunia bahwa saya suka lagu roman picisan, novel TAOF, River dengan kaos kaki hijaunya, LDKS dengan segala kegabutannya, sekaligus Pantai Nganteb yang membuat saya merasa sejenak menjadi vlogger : jalan-jalan, direkam, dan dibayar, juga Parents Day dengan Kota Baru Burungnya Bamega, serta sushi. Entah kenapa, sushi jadi begitu penting untuk disebutkan, sepertinya punya kenangan si, tapi saya lupa apa. Eh bukan kenangan sih, tapi karena saya doyan aja sih.
S;
Meski kau simpan
Cintamu masih
Detak nafasmu
Wangi hiasi suasana
Dan bagian ini, jelas membuat saya membayangkan pertemuan pertama Raia dan River di sebuah malam tahun baru yang tidak di sengaja. Wah, kok jadi relate sekali ya? Padahal saya cuma menganu lho, apa ya istilah yang tepat? ya begitulah. Yang jelas, saya merasa perlu untuk tetap berpikir bahwa suatu saat nanti saya akan benar-benar menjadi Raia dan menemukan River saya : sungai, kali. Hahahaahaa. Ini serius lho ya, saya serius.
Hampir setengah dua dini hari, dan saya masih ingin ngoceh tentang lagu ini, tentang novel ini, Paley Park, Queensboro Bridge, dan simpang lima : eh ngaco. Saya sampai ter-River River begini lho, atau ter-roman roman, apa cobak? Mohon maaf karena saya telah membuat waktu anda terbuang sia-sia untuk membaca tulisan tidak jelas ini. Tapi jelas, malam ini saya bahagia, meskipun sedikit lapar.
"Happiness is not the absence of problems, it’s the ability to deal with them." Steve Maraboli
Dan ketika saya malam ini dapat memberi ketegasan pada diri saya, pada orang-orang di sekitar saya, entah kenapa saya memang menjadi begitu bahagia. Ya, saya tidak lagi berlari, saya menghadapinya, meskipun agak bikin sakit ginjal. Tidak, tidak ada yang sakit. Saya merasa bersyukur untuk melewati 2021 dengan cukup tragis, tapi saya menutupnya dengan begitu manis, karena lagu roman picisan, stasiun kota baru, dan kata sendirikah? Tidak semua orang bisa tertawa, tapi saya jelas terbahak-bahak mendengarnya.
Satu hari lagi, saya akan menemukan 2022 membuka pintunya. Eh, saya takut kembang api, tapi saya mulai berpikir tentang kembang api yang pecah dan pertemuan Raia dan River. Raia dan River lagi, linglung memang. Lah, mau bagaimana lagi, saya menulis ini memang untuk menceritakan betapa indahnya lagu roman picisan, betapa teduhnya River, River ya River, hahahaha.
Eh ngomong-ngomong, apa kabar saturnus? saya tidak lagi menangis.
Hari ini saya membakar kebun apel setelah saya memetik buahnya. Orang-orang melihat saya membakarnya, lalu berpikir bahwa saya jahat. Saya lalu bilang "ya sekalian."
Mereka tidak pernah tau, kebun itu penuh ular. Nah loh.
Yang sepenggal itu, itu malah inti dari tulisan ini : nyatire. Wah, saya nemu kosakata baru ini, nyatire. Sebagai bentuk sindiran saya kepada kehidupan saya sendiri, karena saya tidak suka menyindir orang lain. Hya. Tidak boleh baper, nanti pilek.
Tapi sebelum menutup ke unfaedahan ini, jelas ya sangat unfaedah, karena saya seharusnya mengerjakan RPP tapi ini malah nulis blog, jadi sayang sekali kalau saya tidak menuliskan sesuatu yang agak bermakna seperti;
di malam-malamku ada makam tanpa penghuni
liangnya penuh air mata: baur dengan doa.
selepas jeda senja, langit membuka pintunya. membawa kabar yang sama.
sudah banyak pengampunan yang diberikan tuhan, maka jangan minta kepadaku
aku bukan tuhan.
hatiku masih utuh, merah: di sana telah lahir sungai-sungai baru
tapi tidak lagi, aku akan memberikan jalan pada sembarang air
tuhan telah banyak memberikan maaf, maka jangan minta padaku
aku bukan tuhan.
mataku tidak pernah teduh; maka jangan berlindung disini
disana tidak terik lagi, kuhabisi malam ini
1:57
30122021
Suka sekali dengan ke absurd an ini.... Hingga hari ini masih yakin, suatu saat fikri akan menghasilkan mahakarya yang bisa disejajarkan dengan karya Ika N. tadi.... (Ini kok bisa komennya pake akun suami)... Maaf ya hape warisan -
BalasHapusmakasih lho siti. Aminnn untuk doa terbaiknya. doa terbaik juga buat siti
BalasHapus