Langsung ke konten utama

Menghadapi Orang Badmood? Lakukan 3 hal ini!

Sejatinya, manusia lebih suka dipahami dari pada memahami. Kebanyakan dari setiap orang lebih suka dimengerti daripada mengerti orang lain. Apalagi perempuan. Perempuan sangat identik dengan istilah moody. Istilah ini begitu lekat bahkan tidak dapat dipisahkan dari perempuan. Biasanya, sikap moody ini muncul karena perempuan sedang mendapatkan masalah, entah itu masalah kesehatan fisik ataupun masalah pribadi yang berkaitan dengan perasaan. Moody merupakan sebutan untuk seseorang yang mudah berubah sikapnya. satu detik ceria, detik selanjutnya cemberut. Menit pertama asyik, lantas menit selanjutnya menjadi mengesalkan. Sebenarnya tidak masalah jika mood yang sering muncul adalah mood yang positif dan baik -biasanya disebut goodmood. Tapi yang menjadi masalah adalah jika mood yang lebih sering muncul adalah mood yang negatif atau buruk -biasanya disebut badmood. Seseorang yang badmood biasanya menimbulkan kesan yang kurang menyenangkan. Bahkan membuat suasana menjadi tidak nyaman. Lalu apa yang sebaiknya dilakukan dalam menghadapi orang yang badmood?
1. Jangan memaksakan diri untuk mengajak berbicara
Kesalahan yang sering dilakukan seseorang ketika melihat temannya badmood adalah berusaha mengajaknya berbicara. Memang tujuannya menghibur, tapi hal itu tidak akan memberikan dampak yang positif. Seseorang yang badmood biasanya enggan berbicara. Mereka lebih banyak diam. Ya, jika seseorang yang badmood sedang diam, jangan diajak bicara. Selain membuat suasana menjadi tidak nyaman, biasanya jawaban seseorang yang badmood membuat kita sakit hati. Jadi, biarkan dia diam sampai mood nya kembali baik. Lalu, silahkan anda mengajaknya berbicara kembali.
2. Jangan bersikap manja dihadapan orang yang sedang badmood
Mendengar orang berbicara saja, sudah muak. Apalagi melihat orang yang malah meminta untuk dimanjakan. Pasti orang yang badmood tidak akan menanggapinya. Jangan sekali-sekali bersikap manja pada orang yang sedang badmood. Hal itu akan menambah tingkat badmoodnya. Bisa jadi, dia menjadi illfeel pada anda.
3. Jangan menghampiri
Jika teman anda sudah memberi tanda bahwa dia sedang badmood, maka jangan sekali-sekali menghampirinya. Apalagi, jika anda sudah tahu bahwa dia sedang ingin menyendiri, tapi anda malah menghampirinya. Itu sama dengan masuk di kandang singa. Berikan waktu pada teman anda untuk menikmati kesendiriannya. Barangkali dia memang perlu waktu untuk menenangkan diri dan berpikir jernih.
Nah, tiga cara tersebut memrupakan hal sederhana yang dapat dilakukan untuk menghadapi seseorang yang badmood. Dengan memahami apa yang harus dilakukan, anda dapat menghindari ketidaknyamanan yang muncul akibat ulah seseorang yang sedang badmood. Akan tetapi, beberapa hal dibawah ini juga perlu dipahami oleh seseorang yang badmood, agar tidak memberikan dampak negatif yang terlalu meluas di lingkungan sekitar.Berikut ini beberapa hal yang perlu dilakukan ketika anda sadar bahwa anda sedang badmood.
1. Jangan badmood yang membabi buta
Meskipun anda sedang badmood, bukan berarti anda berhak bersikap jutek terhadap semua orang. Pahami alasan apa yang membuat anda badmood. Pikirkan baik-baik, lalu lampiaskan pada orang yang tepat. Jangan menjadikan semua orang sebagai korban atas perasaan badmood yang muncul pada diri anda.
2. Jangan muncul di keramaian
Ketika anda sedang badmood, ekspresi wajah anda tentu sudah akan sangat berbeda. Jika biasanya anda tampak ramah, saat badmood pasti wajah anda cenderung murung. Keinginan untuk berbicarapun berkurang. Oleh karena itu, ketika anda merea badmood segera hindari keramaian. Agar anda tidak perlu menjawab pertanyaan dari teman-teman anda yang membuat perasaan anda semakin kurang baik. Alangkah lebih baiknya jika anda berdiam diri di kamar.
3. Jangan terlalu lama memelihara badmood
Dengan badmood yang terlalu lama, membuat anda akan kehilangan teman berbicara. Semakin lama dan semakin sering anda badmood, orang-orang di sekitar anda pasti semakin menjauh dari anda. Anda tidak ingin kehilangan teman kan? jadi jangan terlalu sering membiarkan diri anda dikuasai perasaan badmood.
 

Komentar

  1. Sebaiknya untuk gambar yang diambil di internet, diberikan sumber URL tempat mengambil gambar. Tulisan yang, semoga bermanfaat, khususnya bagi saya. Good job pik :)

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apresiasi Diri (Self Reward)

Self Reward Saya kadang berpikir kenapa harus memberikan penghargaan pada diri sendiri? Apakah itu penting? Apakah membantu? Apakah berpengaruh? Sementara kepala saya selama ini terlanjur percaya bahwa penghargaan itu akan lebih baik jika diberikan oleh orang lain. Sebab orang lain tentu punya standar dan validasinya masing-masing dalam memberikan apresiasi. Dan bukankah standar dan validasi itu yang akhirnya menjadikan penghargaan itu 'berharga'? Untuk diri saya, Kira-kira begitu.  Tapi ternyata saya salah. Saya tidak harus menunggu orang lain mengapresiasi pencapaian saya; untuk memberi selamat atas segala cerita sukses yang saya raih, untuk hal-hal sederhana yang saya selesaikan. Sebab orang lain tidak selalu memahami setiap usaha yang saya lalui, tidak selalu mengerti proses yang saya lewati. Itu kenapa ketika saya menunggu orang lain untuk mengapresiasi, sama saja dengan menunggu ketidakpastian. Sebab kebanyakan orang hanya melihat hasil, bukan proses. Bisa jadi, apresiasi...

WISMA UM (Mengenal Lebih Dalam Seluk Beluk Asrama Putri PPG UM)

ASRAMA PUTRI PPG UM Sebelas bulan tidak terasa, tiba-tiba sudah harus pulang saja. Rasanya baru kemarin tiba di tempat ini, melakukan check in di lobby , berbicara dengan ibu satpam, menerima kunci kamar, mendapat bonus gayung dan peralatan makan. Baru kemarin pula rasanya, tangan ini membuka pintu kamar, melihat kamar baru yang akan kami tinggali, lengkap dengan perabotannya yang berbahan kayu jati -kasur, lemari, meja belajar dan kursi. Baru semalam rasanya,  memasukan baju dan menatanya ke dalam lemari, menyusun beberapa buku di atas meja, membuka selimut baru yang disedikan pihak LP3, dan bertukar beberapa sprei dengan tetangga kamar. Baru semalam, iya, rasanya baru semalam perkenalan itu dimulai, tapi hari ini sudah harus pulang. Waktu memang begitu cepat berlalu, dan purnama kesebelas mengantarkan kami pada perpisahan yang cukup mengharukan. Tapi, semoga rasa kekeluargaan kami tidak akan pernah luntur. Sebelum pulang, sebelum sibuk dengan segala aktivitas baru, ...

Sebagai Apa?

Sebagai apa kau datang padaku? Jika malaikat bertanya Tentang sayap yang tidak kau punya Tanpa patah Sebagai apa kau meminta padaku? Jika waktu menuntut Sempat yang tak pernah mengetuk Tanpa hilang Sebagai   apa kau cinta padaku? Jika hati mendakwa Tentang belenggu yang tidak kau lepas Tanpa lari Sebagai apa kau menyerah padaku? Jika jiwa menolak Tutur yang belum terungkap Tanpa sajak Menghabisi aku Tidak akan mengekalkanmu sebab sebagai apa kau mewujud? Tanpa nyawaku. (catatan di bulan 12 pukul 18.18)