Langsung ke konten utama

Pelaksanaan Program PPG Universitas Negeri Malang


Tahun 2017 kelihatannya menjadi tahun yang sangat di tunggu-tungu oleh alumni SM-3T angkatan V. Kenapa menjadi tahun yang sangat ditunggu? karena tahun ini menjadi akhir dari penantian mereka setelah menyelesaikan program SM-3T pada Agustus 2016 lalu. 
Tahun kemarin, saya juga merasakan hal yang sama. Rasa penasaran, tidak sabar, bahkan cenderung kepo muncul di benak saya. Setiap hari selalu bertanya-tanya tentang kapan akan dilakukan pemanggilan oleh pihak LPTK? kapan ya akan melaksanakan prakondisi lagi? kapan ya penantian ini berakhir? kapan ya? dan kapan ya? semua hanya waktu dan Tuhan yang menjawab.
Selain "kapan", kata tanya yang sering muncul adalah bagaimana ya rasanya PPG? apa saja yang dilakukan saat PPG? Nah, berikut saya berikan sedikit bocorannya.
Karena saya berasal dari LPTK UM, maka saya akan memaparkan pelaksanaan program PPG di LPTK Universitas Negeri Malang.
Kegiatan Jalan Sehat Peserta PPG Agkatan IV
Sejatinya, pelaksanaan PPG mencakup 3 hal yang sangat penting.
1. Workshop
2. PPL, dan
3. Ujian Tulis Nasional
Tiga hal tersebut merupakan kunci dari kegiatan PPG selama satu tahun (dua semester). Peserta PPG juga harus tinggal berasrama untuk mempermudah sosialiasi dan kordinasi dengan sesama peserta PPG. Tapi  sebelum masuk asrama, rasanya belum lengkap jika belum melakukan prakondisi. Ya, sebelum pelaksanaan PPG juga masih dilaksanakan kegiatan prakondisi.
Prakondisi yang dilakukan oleh LPTK UM tetap menjadikan Pangkalan TNI AL sebagai tempatuntuk melatih mental dan fisik para peserta sebelum tinggal di asrama. Jadi, setelah kegiatan pemanggilan dari LPTK, peserta PPG harus terlebih dulu menikmati barak LANAL  selama 3 hari. 
Prakondisi PPG lebih ringan dibanding prakondisi pra SM-3T. Selain alokasi waktu yang lebih singkat, kegiatan lapangan juga lebih dikurangi. Tidak ada lagi prosesi nyemplung kolam hiu. Tidak ada lagi ritual gulung-gulung dilapangan, apalagi jalan sejauh 10 km. Kegiatan lapangan hanya sebatas upacara pembukaan dan penutup. Selebihnya, peserta lebih banyak menerima materi di dalam ruangan. Materi yang disampaikan juga bervariasi, meliputi kegiatan yang akan dilaksanakan selama satu tahun, materi bidang studi, dan beberapa materi lain tentang keasramaan. Tapi, ada satu yang tidak berubah dari pelaksanaan prakondisi di LANAL, porsi makan dengan menggunaka ompreng masih tetap sama (banyak). Jadi, yang jebolan LANAL Malang harus bersiap-siap makan 3 kali sehari dengan nasi yang bejibun dan lauk apa adanya. Harus habis dan bersih. Tidak ada alasan untuk tidak menghabiskannya. 
Setelah 3 hari di LANAL Malang, peserta kemudian kembali ke asrama yang bertempat di Jalan Veteran No.9 (untuk putris), sedangkan yang putra di rusunawa Jalan Semarang (kurang tahu nomor berapa).
Asrama putri memiliki fasilitas yang cukup lengkap dan membuat nyaman. Selain ukuran kamar yang luas dan hanya dihuni oleh dua orang (satu orang satu dipan), asrama putri juga sangat aman karena dijaga oleh satpam-satpam cantik. Selain itu, kebersihan selalu terjaga karena ada dua OB yang siap membasmi kotoran setiap waktu. (edisi alay)
Selama di asrama, peserta tidak perlu bingung mencari menu makanan. Karena setiap 3 kali dalam sehari, catering denga menu masakan yang berbeda-beda, siap mengenyangkan perut peserta.  Jadi ga usah bingung masak ya? semua sudah ditanggung. Dijamin sipp!
Nah, tentang prakondisi dan asrama sudah selesai. Sekarang, mari saya jelaskan kegiatan inti dari pelaksanaan PPG.

1. Workshop 
Workshop merupakan perkuliahan wajib bagi peserta PPG. Kegiatan perkuliahan biasanya dikenal dengan istilah SSP (Subject Specific Pedagogy). Jadwal workshop mulai  Senin sampai Jumat. Setiap harinya dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama dimulai pukul 07.00-12.00. Sesi kedua dilaksanakan pukul 14.00- 16.30. Istirahat siang hanya dua jam, dan sudah harus kembali lagi ke kampus untuk melanjutkan perkuliahan. 
Masing-masing jurusan melaksanakan kuliah di fakultas masing-masing. Biasanya, prodi fisika dan matematika bertempat di Fakultas MIPA, prodi bahasa Inggris di fakultas Sastra, prodi ekonomi di Fakultas Ekonomi, prodi PPKn di Fakultas Ilmu Sosial, dan prodi bahasa Indonesia di museum UM (eksklusif).
Selama workshop, peserta akan menreima materi seputar perkembangan kurikulum, rpp, silabus, dan kawan-kawan. Selain itu juga ada alokasi waktu untuk pendalaman materi murni. Yang jelas, setiap minggu masing-masing peserta harus melaksanakan peerteaching. Kegiatan peerteaching biasanya di dampingi dosen, guru pamong dari sekolah rekanan, dan teman-teman satu prodi tentunya.
Jika workshop hanya sampai Jumat, bukan berarti hari Sabtu tidak ada kegiatan. Setiap Sabtu pagi selalu dikasanakan senam rutin dengan mendatangkan instruktur senam profesional. Biasanya senam dilaksanakan di halaman rusunama putra mulai jam 06.00-07.00. Setelah senam, peserta memiliki waktu untuk istirahat dan sarapan. Setelah itu, peserta wajib menghadiri kuliah umum di gedung H-8. Pada kuliah umum ini, semua prodi berkumpul dalam satu aula untuk menerima materi diluar materi kuliah. Biasanya berisi materi keagamaan, bela negara, wawasan kebangsaan, penguasaan bahasa asing dengan pemateri yang ahli dibidangnya. Bahkan, ada kegiatan pengembangan minat dan bakat dalam kegiatan tersebut. Kegiatan kuliah umum biasanya dimulai dari pukul 08.15 sampai 12.00.

2. PPL
PPL dilaksanakan setelah kegiatan workshop berakhir. Kegiatan workshop dilaksanakan selama 4 bulan, begitu juga dengan kegiatan PPL. Para peserta akan melaksanakan praktek mengajar di sekolah-sekolah favorit di kota Malang. setiap sekolah biasanya terdiri atas 12-16 peserta PPG. Jadi semacam PPL S1 tapi yang ini lebih serius dan berbobot. Kenapa begitu? Karena setiap peserta PPG yang melaksankan PPL wajib memenuhi beberapa tagihan, meliputi : Lesson Study, PTK, Uji Kompetensi, dan penyusunan artikel PTK untuk diseminarkan dalam seminar nasional. Bagaimana? Sudah siap? Harus siap donk.
Nah, setelah PPL yang banyak menyita tenaga, pikiran, dan uang saku itu, peserta PPG akan disibukkan dengan pentas seni dan pameran foto. Agenda rutin yang selalu dilaksanakan setiap tahun. Harus siap jadi panitia lho ya.
Oh iya,  hampir lupa. PPG ga selalu susah kok. Kenapa? karena dalam satu tahun kalian memiliki tiga kesempatan liburan. Dan semuanya di biayai oleh belmawa. Jadi, kalian memiliki hak untuk melakukan study banding (bersama teman satu prodi), kemudian melakukan wisata budaya (semua peserta ppg), dan wisata akhir kegiatan (bersama semua peserta). Kalau study banding dan wisata akhir kegiatan, kalian boleh memilih tempat di luar kota. Tapi kalau wisata budaya, tetap di sekitar Malang-Batu aja ya.
Sudah bisa dibayangkan kan nikmatnya PPG? 


3. UTN
Nah, ini dia akhir dari segala cerita. UTN alias Ujian Tulis Nasional. UTN adalah penentu kelulusan semua peserta PPG di seluruh Indonesia. Kalau UTN gagal, ya habislah waktu kita satu tahun. Gelar Gr tidak bisa disandang di belakang nama kita. Tahun ini, UTN dilaksanakan hanya tiga putaran, UTN utama, UTN ulang 1, dan UTN ulang 2. Tapi tidak perlu khawatir, sebelum pelaksanaan UTN, dilakukan dua kali ujicoba alias try out. Jadi kita sudah bisa mengira-ngira tipe soal seperti apa yang akan muncul dalam UTN. Meskipun, pada kenyataannya soal try out tidak selalu sama dengan soal UTN, tapi tidak boleh ada kata pesimis dan menyerah. Usaha dan doa harus tetap diperbanyak. Penentu kelulusan adalah diri sendiri. Iya kan? Jadi tetap optimis. 
Ya, kurang lebih seperti itulah pelaksanaan PPG di Universitas Negeri Malang. Selamat jalan angkatan IV dan selamat datang angkatan V. Sambut PPG dengan semangat, dan lepaskan PPG dengan ikhlas. Lakukan yang terbaik, dan jangan lupa berdoa. Salam maju bersama mencerdaskan Indonesia.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apresiasi Diri (Self Reward)

Self Reward Saya kadang berpikir kenapa harus memberikan penghargaan pada diri sendiri? Apakah itu penting? Apakah membantu? Apakah berpengaruh? Sementara kepala saya selama ini terlanjur percaya bahwa penghargaan itu akan lebih baik jika diberikan oleh orang lain. Sebab orang lain tentu punya standar dan validasinya masing-masing dalam memberikan apresiasi. Dan bukankah standar dan validasi itu yang akhirnya menjadikan penghargaan itu 'berharga'? Untuk diri saya, Kira-kira begitu.  Tapi ternyata saya salah. Saya tidak harus menunggu orang lain mengapresiasi pencapaian saya; untuk memberi selamat atas segala cerita sukses yang saya raih, untuk hal-hal sederhana yang saya selesaikan. Sebab orang lain tidak selalu memahami setiap usaha yang saya lalui, tidak selalu mengerti proses yang saya lewati. Itu kenapa ketika saya menunggu orang lain untuk mengapresiasi, sama saja dengan menunggu ketidakpastian. Sebab kebanyakan orang hanya melihat hasil, bukan proses. Bisa jadi, apresiasi...

WISMA UM (Mengenal Lebih Dalam Seluk Beluk Asrama Putri PPG UM)

ASRAMA PUTRI PPG UM Sebelas bulan tidak terasa, tiba-tiba sudah harus pulang saja. Rasanya baru kemarin tiba di tempat ini, melakukan check in di lobby , berbicara dengan ibu satpam, menerima kunci kamar, mendapat bonus gayung dan peralatan makan. Baru kemarin pula rasanya, tangan ini membuka pintu kamar, melihat kamar baru yang akan kami tinggali, lengkap dengan perabotannya yang berbahan kayu jati -kasur, lemari, meja belajar dan kursi. Baru semalam rasanya,  memasukan baju dan menatanya ke dalam lemari, menyusun beberapa buku di atas meja, membuka selimut baru yang disedikan pihak LP3, dan bertukar beberapa sprei dengan tetangga kamar. Baru semalam, iya, rasanya baru semalam perkenalan itu dimulai, tapi hari ini sudah harus pulang. Waktu memang begitu cepat berlalu, dan purnama kesebelas mengantarkan kami pada perpisahan yang cukup mengharukan. Tapi, semoga rasa kekeluargaan kami tidak akan pernah luntur. Sebelum pulang, sebelum sibuk dengan segala aktivitas baru, ...

Sebagai Apa?

Sebagai apa kau datang padaku? Jika malaikat bertanya Tentang sayap yang tidak kau punya Tanpa patah Sebagai apa kau meminta padaku? Jika waktu menuntut Sempat yang tak pernah mengetuk Tanpa hilang Sebagai   apa kau cinta padaku? Jika hati mendakwa Tentang belenggu yang tidak kau lepas Tanpa lari Sebagai apa kau menyerah padaku? Jika jiwa menolak Tutur yang belum terungkap Tanpa sajak Menghabisi aku Tidak akan mengekalkanmu sebab sebagai apa kau mewujud? Tanpa nyawaku. (catatan di bulan 12 pukul 18.18)