Memulai saja belum,
Lantas kenapa aku begitu resah dengan sebuah akhir? Pisah yang tak pernah diawali dari hubung. Luka yag tak pernah dimulai dengan kasih. Lalu kenapa? Semu ini menakutiku, tentang esok, dan segala mungkin yang hendak menjenguk tidak. Tabuh saja perang, jika bisa menuju akhir. Nyatanya, memulai saja, aku tak pernah berani.
Jika ini telah usai,
Akankah kau salah mengerti? Tentang nama yang akhirnya kupilih? Bahwa meski itu fiktif, aku tak lagi meneguhkan namamu. Terlalu besar beban, hingga cinta memilih bungkam. Bersembunyi di balik nama nama yang pendar. Apakah kau akan salah mengerti? Dan akhirnya berpikir, bahwa aku tak pernah menjadikanmu sebagai satu satunya.
Dunia,
Cinta,
Dan kamu,
Di daratan mana kita pernah bertemu?
Adakah itu cadas? Kenapa sekeras ini menempaku? Berpura-pura biru ditengah haru yang barbar. Kusuguhkan kenyataan, kau tak muncul. Apa dengan kebohongan, kau akhirnya akan bertanya? Tentang siapa yang sebenarnya kusebut dalam sajak-sajakku? Atau prosa yang tak pernah utuh?
Kamu, atau nama yang abu abu itu.
Ialah raja, yang kuletakkan ditengah. Sama besar seperti yang kusematkan padamu di akhir. Ini hanya berbeda fon, tapi kau tak akan mengerti.
Duniamu menyibukkanmu, sedangkan duniaku merindukanmu.
Belum jelaskah semuanya?
Tanda
Ciri
Dan apa apa yang kuupayakan lewat kata.
Ah...
Angin saja yang terlalu cepat mengubur makna, diantara desaunya yang penuh duri.
Sekali lagi,
Jika ini telah usai, sesungguhnya itu masih kau. Masih orang yang sama. Dengan nama yang kubuat berbeda.
...
Lama lama aku bosan menulis kamu
Lama lama aku bosan membaca kamu
Apa rindu ini jua tak bosan?
Dengah remah rayu ini?
...
Jika ini telah usai, kuharap yang tersisa juga usai. Rinduku padamu.
Lantas kenapa aku begitu resah dengan sebuah akhir? Pisah yang tak pernah diawali dari hubung. Luka yag tak pernah dimulai dengan kasih. Lalu kenapa? Semu ini menakutiku, tentang esok, dan segala mungkin yang hendak menjenguk tidak. Tabuh saja perang, jika bisa menuju akhir. Nyatanya, memulai saja, aku tak pernah berani.
Jika ini telah usai,
Akankah kau salah mengerti? Tentang nama yang akhirnya kupilih? Bahwa meski itu fiktif, aku tak lagi meneguhkan namamu. Terlalu besar beban, hingga cinta memilih bungkam. Bersembunyi di balik nama nama yang pendar. Apakah kau akan salah mengerti? Dan akhirnya berpikir, bahwa aku tak pernah menjadikanmu sebagai satu satunya.
Dunia,
Cinta,
Dan kamu,
Di daratan mana kita pernah bertemu?
Adakah itu cadas? Kenapa sekeras ini menempaku? Berpura-pura biru ditengah haru yang barbar. Kusuguhkan kenyataan, kau tak muncul. Apa dengan kebohongan, kau akhirnya akan bertanya? Tentang siapa yang sebenarnya kusebut dalam sajak-sajakku? Atau prosa yang tak pernah utuh?
Kamu, atau nama yang abu abu itu.
Ialah raja, yang kuletakkan ditengah. Sama besar seperti yang kusematkan padamu di akhir. Ini hanya berbeda fon, tapi kau tak akan mengerti.
Duniamu menyibukkanmu, sedangkan duniaku merindukanmu.
Belum jelaskah semuanya?
Tanda
Ciri
Dan apa apa yang kuupayakan lewat kata.
Ah...
Angin saja yang terlalu cepat mengubur makna, diantara desaunya yang penuh duri.
Sekali lagi,
Jika ini telah usai, sesungguhnya itu masih kau. Masih orang yang sama. Dengan nama yang kubuat berbeda.
...
Lama lama aku bosan menulis kamu
Lama lama aku bosan membaca kamu
Apa rindu ini jua tak bosan?
Dengah remah rayu ini?
...
Jika ini telah usai, kuharap yang tersisa juga usai. Rinduku padamu.
Komentar
Posting Komentar