Tidak perlu terlau serius menanggapi ini, anggap saja sebagai antiklimaks untuk sebuah kontroversi yang terjadi di rezim ini.
Ada aqua?
...
Kadang saya ingin menjadi pihak yang kontra, tapi kadang saya juga pro dengan beberapa hal yang diputuskan oleh pemerintah. Disini saya akhirnya sadar, saya butuh aqua. Apa kalian tidak?
...
Yang lagi ngehits sekarang, tdl naik.
Tapi, itu jalan tol juga mulus.
Sampai disini, anggap saja impas.
Yang lagi panas saat ini, ulama dikriminalisasi (katanya)
Tapi itu umat muslim malah semakin solid.
Sampai disini, anggap saja impas.
Yang lagi viral belakangan ini, rakyat mulai krisis kepercayaan pada Polri
Tapi disisi lain, rakyat semakin dekat dengan TNI.
Sampai disini, anggap saja impas.
Yang benar-benar miris, ilegalloging merajalela
Tapi laut kita semakin aman sentosa
Sampai disini, anggap saja impas.
Di titik ini, ada yang ingin protes? Ah, silahkan minum aqua.
Ada aqua?
...
Kadang saya mikir, kalaupun saya yang jadi presiden, apa iya saya bisa baik? Bisa bagus? Bisa dicintai rakyat se indonesia raya? Jangan-jangan, haters saya malah lebih banyak dari si adek yang kemarin sempet viral gara-gara warisan.
Eh, serius ya, tulisan ini cuma becandaan doang. Cuma ngisi waktu luang di tengah-tengah pengangguran yang kebetulan juga ga puasa. Jadi, kalau ada kata kata yang agak nyelkit, mohon dimaafkan, namanya juga gak ada rem nya.
...
Ngomong-ngomong masalah negara ini, masalah rezim ini, sebenarnya agak rumit. Secara ya, berita di media sudah campur aduk. Ga tau mana yang bener, mana yang salah. Mana yang bohong, mana yang jujur. Mana yang hoax, mana yang real. Makanya, jangan gampang percaya sama media, tapi percayalah kepada Allah SWT. Eciee...religius cieee...
...
Suatu pagi, pas bangun tidur, saya langsung buka hape (biasa, anak muda zaman sekarang kan gitu, bangun tidur kubuka hape, bukan kuterus mandi). Nah, saya lgsng buka medsos, buka news feed. Banyak berita hot yang muncul. Kalo ga salah, waktu itu ada pembubaran ormas tertentu. Akhirnya banyak yang saling adu argumen sana sini. Saya awalnya agak gregetan juga ya, agak sewot juga sama menteri yang tiba-tiba membubarjalankan suatu ormas secara sepihak (kayaknya pak menteri yang itu ga pernah tau rasanya di putusin sepihak deh, makanya dia tega. Hiks hiksðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜). Nah, udah emosi gitu, emak saya manggil, nyuruh bangun, nyuruh beres2. Okelah, sebagai anak yang hobi pencitraan, saya bangun, dan beraktifitas layaknya PRT. Dan lucunya, di sekitar rumah saya adem ayem aja, ga ada yang debat keputusannya pak menteri. Mereka juga ga tau kalo pak menteri bikin keputusan semacam itu. Mereka brgkat ke sawah seperti biasa, yang ibuk2 ngerumpiin tetangga seperti biasanya. Oke fix, yang berantem tuh cuma media. Dunia nyata mah oke oke aja. Tetangga saya, yang juga ikut ormas itu, kalem kalem aja. Ga ada yang nyuruh bubar, tetep belanja kentang di tukang sayur. Buat bikin perkedel. Aman damai sentosa.
Sampai disini, ada yang butuh aqua?
Beli gih, di toko tetangga.
...
Selanjutnya, isu tentang PKI, agama warisan, kriminalisasi ulama, dan sertifikat buat khotib sholat jumat juga mencuat. Seperti biasa, pihak kanan kiri berantem. Mereka adu argumen di medsos. Ngeluarin bukti ini, bukti itu. Ngeluarin uu ini, uu itu. Dalil ini dalil itu. Dan saya lagi-lagi ikut gondok bacanya.
Tapi ya tapi ya, di rumah saya, di desa saya, di kecamatan saya, kabupaten probolinggo tercinta, semua aman terkendali.
Saya jadi mikir, kalopun iya bener ada pki, itu karang taruna di desa saya masih kuat kok buat gebukin. Sini kalo berani, muncul aja. Biar dihabisin beneran sama anak muda kampung.
Itu, tentang agama warisan, lu kate itu tanah warisan? Awalnya sih saya sewot semacam itu. Tapi liat orang-orang di sekitar saya, yang semakin lama semakin dewasa, semakin banyak pemahaman agamanya, saya jadi sadar, bodo amat lah ya dia bilang warisan atau gono gini, yang jelas hati saya ga kayak gitu, orang tua saya ga gitu, kakek nenek saya ga mewariskan agama. Sumpah nggak. Jadi, yang nganggep itu warisan, silahkan. Kalau perlu, diurus aktanya ke ppat. Hahaha. Anggap aja ngurus akta tanah. Yang jelas, kalian silahkan lah gondok2an di media, selama di rumah saya, desa saya, kecamatan saya, kabupaten saya baik baik saja, saya yakin kalau negera saya juga aman. Yang gak aman itu cuma media. Catet! Media.
Semakin kesini, saya semakin tahu, dan saya semakin sadar, sekeruh apapun keadaan di luar sana, itu tidak akan berpengaruh, jika kita tidak kekurangan aqua. Maksudnya, kita stay cool gitu lho. Kalo ada fenomena yang janggal, semacem ketidak adilan, keberpihakan, diskrimiasi, atau apapun yanv intinya tidak mengenakkan kita, kita banyak banyak doa aja. Buat yang muslim, sudah jelas ayatnya. Ud'uni astajib lakum. Berdoalah, maka akan Kukabulkan. Itu janjinya Allah. Karena apa? Doa itu senjatanya orang iman.
Jadi nih ya, kalau diluaran sana, di ibukota, atau dimanapun itu, ada hawa panas gara gara masalah tertentu, udah, aquain aja. Ga usah ikut-ikutan marah. Berpendapat boleh, yang penting jangan sampe bawa bawa kebun binatang di perdebatan kita. Pliss, jangan ada 'kebun binatang' di antara kita.
...
Intinya,
Kalau ada yang bilang Pak Presiden kerjanya ga bener, eh ngaca dulu donk, emang situ sudah bener?
Nah, Pak Presiden juga gitu, kalau rakyatnya ada yang ngritik, di dengerin dong, trus dijadikan bahan evaluasi. Kan dulu yang milih Bapak jadi presiden, rakyat Indonesia, bukan tiba2 di pilih sama goblin.
Pokoknya, sama sama sedia kaca aja lah.
Buat yang pro sama rezim ini, maklumin yang kontra. Mungkin mereka kurang aqua.
Buat yang kontra sama rezim ini, iyain aja itu yang pro. Mungkin mereka kelebihan aqua.
...
Rezim ini, tergantung dari sisi mana kita melihatnya. Kalau kita lihat hasil kerjanya, ya kita bisa jadi org yang pro. Tapi kalau kita melihat sisi negatifnya saja, kita bisa jadi pihak yang kontra.
Sederhanya aja gini, kalau kita bikin analogi, kayak si adek yang kapan hari viral gara gara tulisan agama kasih nya. Loh ya, itu kalau dilihat isinya, sumpe lu, bagus gilak. Dalem. Pesannya nyampe. Nah, buat yang liat isi pesannya, pembaca akan cenderung pro sama si adek. Tapi, kalau di liat dari sisi ngopi sama ngetehnya, sudah pasti pembaca bakal jadi kontra.
Sekarang, yakin ga butuh aqua?
...
Kadang, saya pengen nulis sebuah 'opini' yang berbobot, berat, dan bergizi. Cuma saya mikir, hidup udah berat guys, masa mau diperberat sama tulisan saya.
...
Sampai akhirnya, saya cuma bisa bilang, tetaplah menjadi orang yang baik dan benar, serta takut pada Tuhan. Kuncinya cuma itu. Siapapun, dimanapun, kapanpun, dan kemanapun, kalau dihati kita ada rasa takut pada Tuhan, kita pasti akan pencitraan sebaik mungkin dihadapanNya. Yakin deh, kita ga bakal yang namanya nyeleneh, neko-neko,pecicilan, apalagi korupsi. Eh. Karena apa? Kita takut sama Allah. Bayangin loe takut sama hantu, pasti keder kan? Ga berani banyak tingkah. Sama hantu aja bisa takut, masa sama Allah enggak. Ingat men, dunia itu hanya kesenangan yang menipu. Uhuk. Jadi ya, jangan hrdonis. Gilak lu. Muke pas2an, sok sokan hedonis. Ga malu sama nabi Yusuf? Ganteng sejagad raya aja, beliau low profile. Nah situ, sama Zayn Malik aja kalah, masih sok sokan hedonis.
(Btw, apa ya hubungannya ganteng sama hedonis?)
Ah, tauk ah, tambah lama tambah butuh aqua nih saya.
Pokoknya, untuk semua rakyat indonesia raya tercinta, tetap semangat, jangan suka memprovokasi, dan terprofokasi. Tetap makan ikan laut, biar ga ditenggelamkan sama Bu Susi. Yang paling penting, takutlah pada Allah, niscaya hidupmu akan lebih baik.
..
Hei Indonesia, butuh aqua?
Ada aqua?
...
Kadang saya ingin menjadi pihak yang kontra, tapi kadang saya juga pro dengan beberapa hal yang diputuskan oleh pemerintah. Disini saya akhirnya sadar, saya butuh aqua. Apa kalian tidak?
...
Yang lagi ngehits sekarang, tdl naik.
Tapi, itu jalan tol juga mulus.
Sampai disini, anggap saja impas.
Yang lagi panas saat ini, ulama dikriminalisasi (katanya)
Tapi itu umat muslim malah semakin solid.
Sampai disini, anggap saja impas.
Yang lagi viral belakangan ini, rakyat mulai krisis kepercayaan pada Polri
Tapi disisi lain, rakyat semakin dekat dengan TNI.
Sampai disini, anggap saja impas.
Yang benar-benar miris, ilegalloging merajalela
Tapi laut kita semakin aman sentosa
Sampai disini, anggap saja impas.
Di titik ini, ada yang ingin protes? Ah, silahkan minum aqua.
Ada aqua?
...
Kadang saya mikir, kalaupun saya yang jadi presiden, apa iya saya bisa baik? Bisa bagus? Bisa dicintai rakyat se indonesia raya? Jangan-jangan, haters saya malah lebih banyak dari si adek yang kemarin sempet viral gara-gara warisan.
Eh, serius ya, tulisan ini cuma becandaan doang. Cuma ngisi waktu luang di tengah-tengah pengangguran yang kebetulan juga ga puasa. Jadi, kalau ada kata kata yang agak nyelkit, mohon dimaafkan, namanya juga gak ada rem nya.
...
Ngomong-ngomong masalah negara ini, masalah rezim ini, sebenarnya agak rumit. Secara ya, berita di media sudah campur aduk. Ga tau mana yang bener, mana yang salah. Mana yang bohong, mana yang jujur. Mana yang hoax, mana yang real. Makanya, jangan gampang percaya sama media, tapi percayalah kepada Allah SWT. Eciee...religius cieee...
...
Suatu pagi, pas bangun tidur, saya langsung buka hape (biasa, anak muda zaman sekarang kan gitu, bangun tidur kubuka hape, bukan kuterus mandi). Nah, saya lgsng buka medsos, buka news feed. Banyak berita hot yang muncul. Kalo ga salah, waktu itu ada pembubaran ormas tertentu. Akhirnya banyak yang saling adu argumen sana sini. Saya awalnya agak gregetan juga ya, agak sewot juga sama menteri yang tiba-tiba membubarjalankan suatu ormas secara sepihak (kayaknya pak menteri yang itu ga pernah tau rasanya di putusin sepihak deh, makanya dia tega. Hiks hiksðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜). Nah, udah emosi gitu, emak saya manggil, nyuruh bangun, nyuruh beres2. Okelah, sebagai anak yang hobi pencitraan, saya bangun, dan beraktifitas layaknya PRT. Dan lucunya, di sekitar rumah saya adem ayem aja, ga ada yang debat keputusannya pak menteri. Mereka juga ga tau kalo pak menteri bikin keputusan semacam itu. Mereka brgkat ke sawah seperti biasa, yang ibuk2 ngerumpiin tetangga seperti biasanya. Oke fix, yang berantem tuh cuma media. Dunia nyata mah oke oke aja. Tetangga saya, yang juga ikut ormas itu, kalem kalem aja. Ga ada yang nyuruh bubar, tetep belanja kentang di tukang sayur. Buat bikin perkedel. Aman damai sentosa.
Sampai disini, ada yang butuh aqua?
Beli gih, di toko tetangga.
...
Selanjutnya, isu tentang PKI, agama warisan, kriminalisasi ulama, dan sertifikat buat khotib sholat jumat juga mencuat. Seperti biasa, pihak kanan kiri berantem. Mereka adu argumen di medsos. Ngeluarin bukti ini, bukti itu. Ngeluarin uu ini, uu itu. Dalil ini dalil itu. Dan saya lagi-lagi ikut gondok bacanya.
Tapi ya tapi ya, di rumah saya, di desa saya, di kecamatan saya, kabupaten probolinggo tercinta, semua aman terkendali.
Saya jadi mikir, kalopun iya bener ada pki, itu karang taruna di desa saya masih kuat kok buat gebukin. Sini kalo berani, muncul aja. Biar dihabisin beneran sama anak muda kampung.
Itu, tentang agama warisan, lu kate itu tanah warisan? Awalnya sih saya sewot semacam itu. Tapi liat orang-orang di sekitar saya, yang semakin lama semakin dewasa, semakin banyak pemahaman agamanya, saya jadi sadar, bodo amat lah ya dia bilang warisan atau gono gini, yang jelas hati saya ga kayak gitu, orang tua saya ga gitu, kakek nenek saya ga mewariskan agama. Sumpah nggak. Jadi, yang nganggep itu warisan, silahkan. Kalau perlu, diurus aktanya ke ppat. Hahaha. Anggap aja ngurus akta tanah. Yang jelas, kalian silahkan lah gondok2an di media, selama di rumah saya, desa saya, kecamatan saya, kabupaten saya baik baik saja, saya yakin kalau negera saya juga aman. Yang gak aman itu cuma media. Catet! Media.
Semakin kesini, saya semakin tahu, dan saya semakin sadar, sekeruh apapun keadaan di luar sana, itu tidak akan berpengaruh, jika kita tidak kekurangan aqua. Maksudnya, kita stay cool gitu lho. Kalo ada fenomena yang janggal, semacem ketidak adilan, keberpihakan, diskrimiasi, atau apapun yanv intinya tidak mengenakkan kita, kita banyak banyak doa aja. Buat yang muslim, sudah jelas ayatnya. Ud'uni astajib lakum. Berdoalah, maka akan Kukabulkan. Itu janjinya Allah. Karena apa? Doa itu senjatanya orang iman.
Jadi nih ya, kalau diluaran sana, di ibukota, atau dimanapun itu, ada hawa panas gara gara masalah tertentu, udah, aquain aja. Ga usah ikut-ikutan marah. Berpendapat boleh, yang penting jangan sampe bawa bawa kebun binatang di perdebatan kita. Pliss, jangan ada 'kebun binatang' di antara kita.
...
Intinya,
Kalau ada yang bilang Pak Presiden kerjanya ga bener, eh ngaca dulu donk, emang situ sudah bener?
Nah, Pak Presiden juga gitu, kalau rakyatnya ada yang ngritik, di dengerin dong, trus dijadikan bahan evaluasi. Kan dulu yang milih Bapak jadi presiden, rakyat Indonesia, bukan tiba2 di pilih sama goblin.
Pokoknya, sama sama sedia kaca aja lah.
Buat yang pro sama rezim ini, maklumin yang kontra. Mungkin mereka kurang aqua.
Buat yang kontra sama rezim ini, iyain aja itu yang pro. Mungkin mereka kelebihan aqua.
...
Rezim ini, tergantung dari sisi mana kita melihatnya. Kalau kita lihat hasil kerjanya, ya kita bisa jadi org yang pro. Tapi kalau kita melihat sisi negatifnya saja, kita bisa jadi pihak yang kontra.
Sederhanya aja gini, kalau kita bikin analogi, kayak si adek yang kapan hari viral gara gara tulisan agama kasih nya. Loh ya, itu kalau dilihat isinya, sumpe lu, bagus gilak. Dalem. Pesannya nyampe. Nah, buat yang liat isi pesannya, pembaca akan cenderung pro sama si adek. Tapi, kalau di liat dari sisi ngopi sama ngetehnya, sudah pasti pembaca bakal jadi kontra.
Sekarang, yakin ga butuh aqua?
...
Kadang, saya pengen nulis sebuah 'opini' yang berbobot, berat, dan bergizi. Cuma saya mikir, hidup udah berat guys, masa mau diperberat sama tulisan saya.
...
Sampai akhirnya, saya cuma bisa bilang, tetaplah menjadi orang yang baik dan benar, serta takut pada Tuhan. Kuncinya cuma itu. Siapapun, dimanapun, kapanpun, dan kemanapun, kalau dihati kita ada rasa takut pada Tuhan, kita pasti akan pencitraan sebaik mungkin dihadapanNya. Yakin deh, kita ga bakal yang namanya nyeleneh, neko-neko,pecicilan, apalagi korupsi. Eh. Karena apa? Kita takut sama Allah. Bayangin loe takut sama hantu, pasti keder kan? Ga berani banyak tingkah. Sama hantu aja bisa takut, masa sama Allah enggak. Ingat men, dunia itu hanya kesenangan yang menipu. Uhuk. Jadi ya, jangan hrdonis. Gilak lu. Muke pas2an, sok sokan hedonis. Ga malu sama nabi Yusuf? Ganteng sejagad raya aja, beliau low profile. Nah situ, sama Zayn Malik aja kalah, masih sok sokan hedonis.
(Btw, apa ya hubungannya ganteng sama hedonis?)
Ah, tauk ah, tambah lama tambah butuh aqua nih saya.
Pokoknya, untuk semua rakyat indonesia raya tercinta, tetap semangat, jangan suka memprovokasi, dan terprofokasi. Tetap makan ikan laut, biar ga ditenggelamkan sama Bu Susi. Yang paling penting, takutlah pada Allah, niscaya hidupmu akan lebih baik.
..
Hei Indonesia, butuh aqua?
Komentar
Posting Komentar