![]() |
| image source |
Aku telah mengabari pada apa-apa yang pergi,
pada siapa yang menyisakan aroma tubuhnya di dekat jendela,
pada bagaimana yang telah menumpahkan tanda tanya tanpa sepenggal jawaban
tentang apa-apa yang telah kubawa bersama siapa yang menghabiskan ribuan tanya tentang bagaimana.
Pupus.
Yang kupelajari dibait-bait yang memenuhi tempat tidur, meja makan, dapur, kamar mandi, jalanan, juga matamu, sirna bersama apa-apa yang telah dicuri siapa.
Lagi-lagi tentang bagaimana sepasang tangan yang telah mengambil, sedangkan jemarinya begitu lekat denganku.
Taksa.
Kupaksakan segala yang bersembunyi untuk keluar, di pagi hari, siang, sore, malam, dan di tengah larut yang menyimpan pekat. Untuk menemukan apa-apa yang telah ditinggalkan siapa. Masih tentang bagaimana dia pergi sedangkan kakinya tak beranjak dari menapaki permukaan hati.
Sangsi.
Tanpa saksi, bagaimana aku menemukan siapa yang telah memberiku apa-apa sekaligus mengambilnya.
Kamu, cinta dan luka, tak berbicara.
Hanya itu, tak usah lagi bertanya.

Komentar
Posting Komentar