Hari ini tak banyak yang bisa ditulis. Apapun itu. Rasanya sunyi dan merdu jadi satu. Mengepak dan menyesap dalam semu. Menyempurnakan taksa yang hadir, antara meyusut tangis sebab ditinggal bulan temaram, atau bahagia menjelangkan kemenangan. Bertaut jadi satu, dalam hati yang masih kesepian. ... Selamat hari raya, untuk sisa hari yang menelurkan air mata. Bagi mereka yang terlanjur berkalang tanah. Kembali tak mungkin, melanjutkan segalanya terlanjur berat. Sebab waktu terlampau cepat untuk dimuliakan. Dipenuhi kesia-siaan yang menipu. Selamat hari raya, untuk hidup yang agaknya membahagiakan. Melewati letihnya puasa, dan gamangnya malam untuk menanti kebaikan. Sedikit tunduk, selebihnya hanya tertipu euforia. Hidup dalam pengejaran dunia. Lupa pada gaib nya pahala yang berderai. Menyesaki udara tanpa terkira. Hanya beberapa yang menghirupnya. Pada sepuluh malam yang bukan rahasia. Sesekali melenakan. Sesekali mewartakan cerita surga. Hidup adalah pentas, melenakan...